THE SPIRIT OF ABAS, KALAU TIDAK SEKARANG KAPAN LAGI

Berita, Sosial84 Dilihat

Banda Aceh – Semangat perjuangan pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) kembali bergema. Sepanjang Juni 2026, ruang rapat Universitas Teuku Umar, Meulaboh, menjadi saksi menguatnya kembali aspirasi masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh untuk mewujudkan sebuah provinsi baru sebagai Daerah Tingkat I.

Gaung perjuangan ini seakan menghidupkan kembali cita-cita yang pernah dirintis oleh almarhum Kolonel (Purn.) H. Tjut Agam, salah seorang tokoh yang dikenal gigih memperjuangkan pemekaran wilayah demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Koordinator Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA), Azwar Umri, mengaku momen tersebut membangkitkan kembali kenangan ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Tengah pada periode 1992–2000.

“Saya masih teringat ketika menyusun berbagai konsep pidato bupati pada masa kepemimpinan almarhum Kolonel (Purn.) Yusuf Zainun, almarhum Buchari Isaq, hingga Mustafa Tamy. Saat itu, selalu tergambar besarnya potensi dan luasnya kawasan pantai tengah yang dinilai sudah sangat layak menjadi sebuah provinsi baru bernama Aceh Leuser Antara (ALA),” ungkap Azwar dalam rilis yang diterima Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, semangat para kepala daerah kala itu berhasil ditransformasikan menjadi semangat kolektif masyarakat. Aspirasi pemekaran bukan sekadar wacana elit, melainkan menjadi gerakan bersama yang lahir dari harapan akan pemerataan pembangunan, percepatan pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang selama ini merasa perlu mendapat perhatian lebih.

Meski demikian, kebijakan moratorium pembentukan daerah otonom baru membuat cita-cita Provinsi ALA hingga kini belum dapat diwujudkan.

Kini, Azwar menilai semangat tersebut harus kembali dinyalakan, khususnya oleh masyarakat Pantai Barat Selatan. Menurutnya, perjuangan membutuhkan persatuan, konsistensi, serta dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat.

“Sekarang sudah tiba waktunya kita, masyarakat yang berasal dari Pantai Barat Selatan, bersatu padu mewujudkan berdirinya Provinsi ABAS. Mari kita berikan sumbangan pemikiran, tenaga, dan kemampuan finansial, walaupun dalam jumlah yang kecil. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga perjuangan ini tetap berada dalam koridor demokrasi, konstitusi, dan kepentingan bersama, sehingga aspirasi yang diperjuangkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan menghadirkan pemerataan bagi generasi mendatang.

Di akhir pernyataannya, Azwar menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terus mengawal perjuangan tersebut.

“Selamat bekerja kepada seluruh panitia. Terus gaungkan semangat perjuangan ini. The Spirit of ABAS, Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi.”

Semangat itu bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk memperkuat persatuan, membangun optimisme, dan memperjuangkan masa depan Pantai Barat Selatan Aceh melalui cara-cara yang bermartabat, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebab, setiap perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk bermimpi, tekad untuk bersatu, dan kesungguhan untuk terus memperjuangkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *