Aceh – Kepedulian berbagai pihak terhadap pemulihan pascabencana di Aceh terus mengalir. Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah se-Sumatera Utara serta seluruh mitra kerja yang telah berkontribusi dalam membantu masyarakat terdampak.
Dalam rilis yang disampaikan pada Rabu (29/4/2026), Koordinator KSPA, Azwar Umri menegaskan bahwa kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah terdampak saat ini berfokus pada persoalan sanitasi dan fasilitas MCK. Banyak sumur warga yang tertimbun material bencana dan belum dapat digunakan kembali.
“Masyarakat sangat membutuhkan bantuan untuk membersihkan sumur yang tertimbun tanah. Di beberapa lokasi, pembangunan sumur bor maupun sumur gali juga menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar Azwar.
Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, KSPA bersama mitra akan melaksanakan peresmian peluncuran tujuh sumur gali di Desa Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, pada 9 Mei 2026 mendatang.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara KSPA, Ikatan Cut Putroe Bangsawan Aceh, dan Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Jawa Tengah. Meski dilakukan dalam skala terbatas, Azwar menilai kolaborasi ini memiliki makna besar bagi masyarakat.
“Kecil-kecil memang, tapi sangat indah. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.
KSPA juga membuka diri untuk memfasilitasi bantuan pembangunan sumur bor dan sumur gali di wilayah yang membutuhkan. Koordinasi dapat dilakukan melalui Khairul Abrar IH sebagai kontak person 085260277702.
Di akhir pernyataannya, Azwar kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah se-Sumatera Utara dan IPHI Jawa Tengah, atas kontribusi mereka dalam membantu pemulihan Aceh.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan dana bantuan. “Transparansi harus dikedepankan, dengan menjunjung tinggi kejujuran serta menjauhkan diri dari praktik-praktik rasuah,” tegasnya.
Upaya bersama ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dapat terpenuhi secara layak dan berkelanjutan.












