KSPA Kembali Luncurkan Program di Aceh Besar, Pijay dan Bireun

Berita, Sosial240 Dilihat

BANDA ACEH – Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana dengan meluncurkan sejumlah program kemanusiaan di Kabupaten Bireun, Pidie Jaya, dan Aceh Besar.

Salah satu program yang kembali digalakkan KSPA adalah pembangunan sumur gali untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya KSPA menjawab persoalan sanitasi yang hingga kini masih menjadi kebutuhan penting di sejumlah lokasi terdampak bencana.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Senin (21/9/2026), Azwar Umri mengatakan masih banyak persoalan di lokasi bencana yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama menyangkut sanitasi dan akses terhadap air bersih.

“Masih sangat banyak persoalan di tempat bencana yang belum terselesaikan, terutama masalah sanitasi,” ujar Azwar.

Dalam program yang diluncurkan kali ini, KSPA juga mendapat dukungan dari Yayasan LMI Ukhuwah Islamiyah untuk pembangunan satu unit sumur bor di Gampong Buket Seulamat, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireun.

Pembangunan sumur bor tersebut sepenuhnya dibiayai oleh Yayasan LMI Ukhuwah Islamiyah. Kehadiran fasilitas air bersih itu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sekaligus mendukung perbaikan sanitasi di kawasan tersebut.

Selain program yang telah berjalan, KSPA juga tengah menyiapkan sejumlah kegiatan kemanusiaan lainnya. Pelaksanaannya, kata Azwar, masih menunggu dukungan dan uluran tangan dari keluarga besar KSPA, baik yang berada di Aceh maupun di luar Aceh.

Adapun program yang direncanakan meliputi pembangunan enam unit sumur gali atau sumur cincin di Desa Pante Ranub dan Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireun.

Kemudian, KSPA akan melakukan pembersihan tiga unit rumah yang tertimbun lumpur di Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Di lokasi yang sama juga akan dilakukan pemasangan instalasi listrik dan saklar untuk membantu pemulihan kebutuhan dasar warga.

Sementara di Kabupaten Aceh Besar, KSPA merencanakan pembuatan pagar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Taman Istiqomah di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya.

Seluruh rangkaian program tersebut direncanakan diluncurkan atau diresmikan pada 9, 10, dan 11 Oktober 2026 di lokasi masing-masing.

Azwar Umri berharap keluarga besar KSPA terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada kepedulian dan gotong royong banyak pihak.

“Kami sangat berharap keluarga besar KSPA, baik di Aceh maupun di luar Aceh, terus berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap program-program kemanusiaan ini,” harap Azwar.

Bagi KSPA, bantuan bukan semata tentang membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat yang masih berjuang untuk bangkit. Dari air bersih, rumah yang kembali layak dihuni, hingga fasilitas pendidikan keagamaan yang lebih baik, setiap langkah kecil diharapkan menjadi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *