Banda Aceh – Semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha dinilai tidak hanya sebatas penyembelihan hewan qurban, tetapi juga bagaimana daging qurban dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di daerah bencana dan wilayah terpencil yang minim hewan qurban.
Koordinator Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA), Azwar Umri, melalui media ini, Rabu (27/5/2027), menyampaikan bahwa ibadah qurban sejatinya merupakan sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial antar sesama.
Menurut Azwar, masih banyak daerah di Aceh yang setiap tahunnya hanya menerima sedikit hewan qurban, bahkan ada masyarakat yang nyaris tidak merasakan pembagian daging qurban. Karena itu, ia mengajak masjid-masjid besar dan mushala di Banda Aceh serta Aceh Besar yang menerima hewan qurban dalam jumlah banyak agar mulai berbagi dengan daerah lain.
“Kami menghimbau masjid-masjid dan mushala yang menerima hewan qurban di atas 10 ekor agar tahun depan dapat menyisihkan satu ekor untuk daerah bencana atau wilayah yang sangat membutuhkan. Apalagi tahun ini cukup banyak daerah yang kekurangan hewan qurban,” ujar Azwar.
Ia mencontohkan kepedulian masyarakat Dusun Lamnyong dan Lamgugop yang difasilitasi KSPA dengan ikhlas menyedekahkan satu ekor hewan qurban untuk warga terdampak bencana di Desa Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Bireuen.
Kepedulian tersebut, kata Azwar, disambut haru oleh tokoh masyarakat dan warga Desa Alue Bayeu Utang. Mereka merasa tersentuh karena di tengah keterbatasan dan kondisi pascabencana, masih ada saudara-saudara di daerah lain yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan Idul Adha.
“Ketika kabar bantuan qurban itu kami sampaikan, masyarakat di sana sangat terharu. Mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” ungkapnya.
Desa Alue Bayeu Utang sendiri merupakan salah satu desa binaan KSPA, khususnya dalam program sanitasi air bersih yang selama ini terus didampingi oleh komunitas tersebut.
Tidak hanya itu, ke depan KSPA juga telah memprogramkan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, di antaranya bantuan tempat pengajian serta program sanitasi air bersih yang menjadi program unggulan komunitas tersebut.
Azwar berharap semangat qurban ke depan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat di pelosok dan wilayah terdampak bencana. Menurutnya, nilai terbesar dari qurban adalah menghadirkan rasa peduli, persaudaraan, dan kebersamaan bagi sesama umat.












