Keluarga Besar KSPA Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Dokter Zaini Abdullah Mantan Gubernur Aceh

Berita, Sosial36 Dilihat

 

Banda Aceh – Keluarga Besar Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh, Dr. H. Zaini Abdullah, yang berpulang pada Sabtu (13/6/2026) pukul 12.26 WIB di RSUD Zainoel Abidin dalam usia 86 tahun.

Koordinator KSPA, Azwar Umri, mengatakan bahwa kepergian sosok yang akrab disapa Abu Doto merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Menurutnya, almarhum adalah pemimpin yang telah mengokohkan fondasi pembangunan Aceh dalam bingkai perdamaian demi terwujudnya kesejahteraan rakyat.

“Beliau adalah sosok pemersatu yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Aceh. Mantan kombatan GAM, rakyat biasa, pengusaha Aceh, cerdik pandai, ulama, tokoh masyarakat, hingga ASN dirangkul untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Azwar Umri.

Kabar wafatnya Abu Doto menyelimuti duka mendalam di seluruh penjuru Aceh. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017, almarhum juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Lahir di Beureunuen pada 24 April 1940, Dr. Zaini Abdullah dikenal sebagai pribadi yang memiliki dedikasi tinggi dalam bidang kesehatan, perjuangan politik, dan pembangunan Aceh. Kiprah panjangnya meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah daerah yang dicintainya.

Keluarga Besar KSPA menilai almarhum sebagai tokoh yang selalu mengedepankan dialog, persatuan, dan semangat membangun Aceh pascaperdamaian. Berbagai program pembangunan yang dijalankan pada masa kepemimpinannya menjadi bagian dari warisan yang akan terus dikenang oleh masyarakat.

Saat ini, jenazah almarhum masih berada di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Sesuai rencana keluarga, jenazah akan disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pidie untuk dimakamkan.

Atas nama seluruh keluarga besar Komunitas Sahabat Peduli Aceh, Azwar Umri menyampaikan doa terbaik bagi almarhum.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” tutupnya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Aceh kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun dedikasi dan pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat sepanjang masa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *