Idul Fitri Sudah Selesai, KSPA Ajak Kita Kembali ke Tempat Bencana

Berita, Sosial100 Dilihat

 

Banda Aceh – Momentum Hari Raya Idul Fitri telah berlalu, namun kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Aceh diharapkan tidak ikut berakhir. Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memusatkan perhatian dan aksi nyata ke lokasi-lokasi bencana yang masih membutuhkan bantuan.

Selama masa tanggap darurat hingga pasca-bencana, berbagai pihak telah menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Sejumlah organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI Aceh), Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI Aceh), serta berbagai organisasi masyarakat dan komunitas lainnya telah menyalurkan bantuan berupa sembako, tenaga pembersihan rumah, sekolah, dan rumah ibadah. Selain itu, bantuan sumur bor, perlengkapan shalat, hingga Al-Qur’an juga telah diberikan kepada masyarakat terdampak.

Namun demikian, kebutuhan di lapangan masih belum sepenuhnya terpenuhi. Untuk pembangunan fisik seperti hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta infrastruktur jembatan, menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Koordinator KSPA, Azwar Umri, dalam rilis yang diterima media pada Sabtu (28/3/2026), menyampaikan bahwa KSPA turut terpanggil dalam misi kemanusiaan ini dengan memfokuskan kegiatan pada pembangunan sarana air bersih.

“Kami berkonsentrasi membangun sumur bor dan sumur gali di wilayah Pidie Jaya dan Kecamatan Jangka, Bireuen,” ujar Azwar.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebutuhan akan fasilitas dasar seperti sumur bor, sumur gali, serta jamban keluarga masih sangat tinggi. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Pidie Jaya dan Bireuen, tetapi juga di wilayah lain seperti Nagan Raya, khususnya di daerah Banggalang, Kecamatan Beutong Ateuh.

Azwar Umri juga mengajak berbagai pihak untuk kembali memperkuat kolaborasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antar lembaga dan komunitas sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami mengajak semua pihak yang ingin bermitra untuk bersama-sama melihat kembali lokasi-lokasi yang masih membutuhkan sumur bor, sumur gali, dan jamban umum, demi menjaga kesehatan masyarakat,” tutupnya.

Ajakan ini menjadi pengingat bahwa pasca Idul Fitri, semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus hidup, terutama bagi saudara-saudara yang masih berjuang memulihkan kehidupan akibat bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *