BANDA ACEH — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Aceh, Haji Ruslan Daud atau HRD, menegaskan komitmennya membangun PKB Aceh sebagai partai yang benar-benar hadir di tengah penderitaan dan harapan rakyat Aceh.
Dalam orasi politiknya pada acara ta’aruf Pengurus DPW PKB Aceh serta Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB DPC) se-Aceh di Hotel Hermes Banda Aceh, Minggu (15/2/2026), HRD menyampaikan target besar PKB Aceh menghadapi Pemilu 2029.
Tidak hanya membidik minimal 15 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), PKB Aceh juga menargetkan mampu mengusung calon Gubernur Aceh dari kader sendiri.
“Bukan hanya menargetkan 15 kursi DPRA dan mengusung Ketua Umum sebagai calon Wakil Presiden 2029, tetapi PKB Aceh harus berani dan siap mengusung calon gubernur sendiri. Insya Allah, ini ikhtiar bersama seluruh kader,” tegas HRD.
PKB Aceh, lanjut HRD, juga akan mendorong Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, untuk diusung sebagai calon Wakil Presiden 2029 mendampingi Prabowo Subianto.
Namun menurut HRD, target politik tersebut tidak boleh sekadar menjadi slogan. Seluruh struktur partai, dari tingkat provinsi hingga desa, wajib bekerja nyata di tengah masyarakat.
“Pengurus PKB harus hadir di saat rakyat membutuhkan. Kita harus mendengar, membantu, dan membersamai masyarakat. Kemenangan tidak bisa diraih tanpa kepercayaan rakyat,” ujarnya di hadapan ratusan kader.
HRD juga menyampaikan langkah konkret untuk memperkuat kelembagaan partai di Aceh. Salah satunya adalah rencana membangun kantor DPW PKB Aceh yang representatif dalam waktu dekat.
“Kita ingin segera membangun kantor DPW PKB Aceh yang layak dan representatif. Kantor ini bukan hanya simbol partai, tetapi harus menjadi rumah aspirasi rakyat Aceh, tempat masyarakat datang menyampaikan keluhan, ide, dan harapan,” ungkap HRD.
Menurutnya, keberadaan kantor DPW yang memadai akan menjadi pusat konsolidasi kader, pusat advokasi masyarakat, sekaligus ruang pelayanan publik PKB Aceh.
Pada kesempatan itu, HRD juga kembali menegaskan jati diri PKB sebagai partai yang lahir dari rahim para ulama, khususnya dari Nahdlatul Ulama(NU).
“PKB tidak boleh melupakan sejarahnya. Kita lahir dari rahim NU, diprakarsai para ulama. Karena itu, menghormati ulama dan menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, damai, dan membela kaum lemah adalah kewajiban moral PKB,” katanya.
HRD mengajak seluruh kader PKB Aceh untuk memperkuat persatuan, meninggalkan ego kelompok, dan membangun kerja kolektif demi masa depan Aceh yang lebih adil dan sejahtera.
“Insya Allah, jika kita kompak, ikhlas bekerja, dan sungguh-sungguh membela rakyat, PKB Aceh bukan hanya akan menang di legislatif, tetapi juga mampu mengantarkan kader terbaik menjadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan turut memenangkan presiden,” pungkas HRD.










