Banda Aceh — Tanggal 10 Agustus bukan sekadar penanda dalam kalender nasional. Bagi bangsa Indonesia, tanggal tersebut merupakan momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah mengabdikan hidupnya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Memasuki peringatan Hari Veteran Nasional ke-77 pada 10 Agustus 2026, semangat perjuangan para veteran kembali mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini tidak lahir dengan mudah. Di baliknya terdapat pengorbanan, keberanian, air mata, bahkan nyawa para pejuang bangsa.
Hal itu disampaikan Azwar Umri, mantan Sekretaris DPW Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh yang juga Penasehat Gerakan Bela Negara (GBN) Aceh, dalam siaran persnya.
Menurut Azwar, peringatan Hari Veteran Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut perlu menjadi renungan bersama, khususnya bagi generasi penerus bangsa, agar tidak melupakan sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para veteran.
“Jasa para pejuang tidak boleh hanya dikenang ketika upacara berlangsung. Semangat mereka harus terus hidup dalam diri generasi penerus bangsa,” ujar Azwar.
Di Aceh, peringatan Hari Veteran Nasional tahun ini akan dilaksanakan di Anjong Mon Mata dan dihadiri unsur pejabat sipil maupun militer. Momentum tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar veteran, termasuk anak-anak veteran yang kini telah sukses di berbagai bidang.
Mereka adalah generasi yang tumbuh dari keluarga para pejuang. Sebagian di antaranya bergabung dalam Pemuda Panca Marga (PPM) dan organisasi masyarakat Gerakan Bela Negara (GBN) Aceh.
Menurut Azwar, anak-anak veteran bukan sekadar pewaris nama dan sejarah orang tuanya. Mereka juga memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan semangat perjuangan tersebut dalam konteks kekinian.
Jika dahulu para orang tua mereka berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata, maka perjuangan generasi penerus hari ini adalah menjaga persatuan, memperkuat NKRI, serta ikut mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
“Perjuangan mereka belum selesai. Spirit of Veteran harus tetap hidup dan dibangkitkan oleh anak-anaknya dengan integritas, pengabdian dan kecintaan kepada NKRI,” tegasnya.
Azwar menilai, banyaknya organisasi yang dihuni dan digerakkan oleh anak-anak veteran merupakan potensi besar untuk memperkuat persatuan keluarga besar veteran di Aceh. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen tersebut agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia optimistis Ketua DPD LVRI Aceh, Kol. Purn. H.M. Djakfar Karim, mampu menjadi sosok yang mempersatukan berbagai organisasi dan komunitas yang banyak diisi oleh anak-anak veteran.
“Semangat persatuan itu harus terus dijaga. Anak-anak veteran memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan nilai perjuangan orang tua mereka dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman,” katanya.
Peringatan Hari Veteran Nasional ke-77 akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga mempertanyakan apa yang telah dilakukan generasi hari ini untuk bangsa.
Sebab, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dijaga dan diisi.
Selamat Hari Veteran Nasional ke-77, 10 Agustus 2026.
Jasa dan pengorbanan Ayah dan Bunda para Veteran tidak akan pernah terlupakan.





