Bireuen – Di tengah upaya pemulihan pascabanjir bandang yang masih menyisakan berbagai persoalan, Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) meresmikan empat unit sumur gali di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu (4/7/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akibat bencana.

Empat sumur gali tersebut dibangun di Gampong Tanoh Anoe dan Gampong Pante Ranub. Sebelumnya, KSPA juga telah merealisasikan pembangunan sumur gali di Gampong Alue Bayeu Utang dan Gampong Kuala Ceurape, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bireuen.
Koordinator KSPA, Azwar Umri, yang pada kesempatan tersebut diwakili Sunazardi atau akrab disapa Tengku Dan, menyampaikan bahwa penerima manfaat di Gampong Tanoh Anoe adalah Murni Muhammad dan Jailani Zakaria. Sementara di Gampong Pante Ranub, bantuan diberikan kepada Rusdiana Sulaiman dan Nasri.
Peresmian sumur gali turut dihadiri masyarakat, para penerima manfaat, serta Kepala Desa Gampong Tanoh Anoe, Ishaq, dan Kepala Gampong Pante Ranub, Jamaluddin. Kehadiran seluruh unsur masyarakat mencerminkan semangat gotong royong dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Masyarakat penerima bantuan bersama para kepala desa menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian KSPA. Mereka berharap bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada penyediaan air bersih, tetapi juga dapat berlanjut pada sektor ekonomi, pendidikan, serta program pemberdayaan masyarakat agar proses pemulihan berjalan lebih menyeluruh.
Dalam siaran persnya, Tengku Dan menegaskan bahwa kondisi korban banjir di Kabupaten Bireuen masih memerlukan perhatian serius. Menurutnya, persoalan akses sanitasi dan air bersih, lemahnya kondisi ekonomi warga, hingga kebutuhan pemulihan kehidupan sehari-hari masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Ia juga mengunjungi Gampong Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, dan mendapati masih ada warga yang bertahan di pengungsian karena belum sepenuhnya dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan di Gampong tersebut juga sangat dibutuhkan MCK dan Air bersih.
“Kondisi ini menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita semua. Pemulihan pasca bencana tidak cukup dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus mengulurkan tangan membantu para korban banjir di berbagai wilayah Aceh,” ujar Tengku Dan.
Melalui pembangunan sumur gali tersebut, KSPA berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk terus menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana tutupnya.






