Banda Aceh, 19 Juni 2026 – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan tasyakuran pelepasan siswa kelas VI di SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh, Jumat (19/6/2026). Pada kesempatan yang sama, sekolah juga melaksanakan pembagian rapor bagi siswa kelas I hingga kelas V.
Acara yang dihadiri oleh siswa, orang tua, guru, serta pengurus Muhammadiyah tersebut berlangsung khidmat. Rasa haru tampak menyelimuti para peserta yang hadir. Bahkan saat menyampaikan sambutan, Kepala SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh, Linda Handayani, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya hingga beberapa kali terisak.
Dalam sambutannya, Linda Handayani menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan tahun ini. Menurutnya, mayoritas siswa yang lulus telah menguasai tahfiz Al-Qur’an, khususnya Juz 30. Selain itu, banyak siswa yang memiliki kemampuan berpidato dalam Bahasa Inggris dengan baik.

“Secara umum, peserta didik kita memiliki kompetensi yang baik dalam berbagai bidang studi. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan orang tua,” ujarnya.
Suasana emosional juga terlihat saat Ketua Muhammadiyah, T. Hermawansyah, memberikan arahan kepada para siswa. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan pesan penuh kasih kepada para lulusan.
“Kalian semua adalah anak-anak kami. Anak-anak yang gigih dan penuh percaya diri. Teruslah berjuang meraih cita-cita, dan jangan pernah meninggalkan shalat,” pesannya.
Sementara itu, Penasehat Muhammadiyah, H. Azwar Umri, tampil membakar semangat seluruh siswa dengan gaya khas seorang motivator. Ia mengajak para siswa untuk bangga menjadi bagian dari SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh yang memiliki profil sekolah yang teruji serta visi dan misi yang kuat.
“Kalian harus bangga bersekolah di sini. Katakan dengan percaya diri, saya generasi Qurani. Saya hebat karena beradab dan menjunjung sopan santun. Saya hebat karena menghormati orang tua dan guru. Saya hebat karena selalu percaya diri,” tegasnya yang disambut antusias oleh para siswa.
Sebelum mengakhiri sambutannya, H. Azwar Umri yang juga merupakan Koordinator Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) berjanji akan memikirkan kegiatan atau event yang tepat untuk menggelar lomba motivasi bagi anak-anak di sekolah tersebut.
Pada kesempatan itu, Azwar Umri juga menyinggung rencana rehabilitasi SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh yang dijadwalkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Juli 2026. Ia berharap program tersebut dapat terealisasi dengan baik dan berkomitmen memberikan masukan serta melakukan advokasi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh di bawah kepemimpinan Malek Musa.
Menurutnya, yang lebih penting dari pembangunan fisik adalah menjadikan SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh sebagai sekolah yang dicintai dan dimiliki masyarakat.
“Sekolah ini harus menjadi sekolah kebanggaan masyarakat. Masyarakat harus merasa memiliki sekolah ini, sehingga bersama-sama dapat membesarkan dan memajukannya,” tutup Azwar Umri.






