Yayasan Taman Istiqomah Atjeh Minta Bupati Bireuen Semangat Bekerja dalam Fase Pasca Banjir Bandang

Bireuen – Di tengah kondisi masyarakat yang masih bergelut dengan dampak banjir bandang, Yayasan Taman Istiqomah Atjeh menyuarakan harapan sekaligus desakan kepada pemerintah daerah agar lebih sigap dan bersemangat dalam menangani pemulihan pascabencana.

Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, Khairul Abrar IH, dalam siaran pers yang dikirim pada media ini Senin (23/3/2026), meminta Bupati Bireuen untuk meningkatkan kinerja dan kepedulian terhadap masyarakat korban banjir yang hingga kini masih hidup dalam keterbatasan.

Menurutnya, kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak saat ini sangat memprihatinkan. Berbagai persoalan mendesak masih membayangi kehidupan warga, mulai dari kehilangan tempat tinggal, gangguan kesehatan akibat terlalu lama berada di pengungsian, hingga sulitnya akses penghidupan dan lapangan kerja.

“Persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya satu atau dua. Ini menyangkut kehidupan secara menyeluruh, termasuk sanitasi, ketersediaan air bersih, hingga persoalan sosial yang terus berkembang,” ujar Khairul.

Ia menegaskan, kondisi ini bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan pengalaman langsung yayasan di lapangan. Pada 21 Februari lalu, Yayasan Taman Istiqomah Atjeh bersama KSPA telah meresmikan pembangunan sumur bor dan sumur gali di Desa Alue Bayeu Utang dan Desa Kuala Carape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Selain itu, bantuan sembako juga telah disalurkan ke berbagai wilayah, termasuk lima kecamatan di Aceh Utara dan empat  kecamatan di Pidie Jaya, Aceh Timur dan terakhir Beutong Ateuh Nagan Raya tanggal 16 maret 2026.

Namun demikian, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk mengembalikan kehidupan masyarakat seperti sediakala. Di Desa Kuala Carape dan Alue Bayeu Utang, misalnya, masyarakat masih kebingungan memulai kembali aktivitas ekonomi mereka.

“Tambak-tambak masyarakat tertimbun lumpur. Tanpa normalisasi dan perbaikan, mereka tidak bisa kembali bekerja. Ini menyangkut keberlangsungan hidup mereka,” tambahnya.

Atas dasar itu, Khairul berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Bireuen beserta jajarannya, dapat lebih proaktif dalam memetakan kondisi riil masyarakat secara menyeluruh. Ia juga mendorong adanya langkah konkret untuk memperkuat komunikasi dan lobi dengan pemerintah pusat maupun lembaga non-pemerintah (NGO), baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, dukungan yang lebih luas sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam bentuk bantuan barang, tetapi juga dukungan anggaran untuk mempercepat proses pemulihan.

“Ini adalah momentum bagi pemerintah daerah untuk benar-benar hadir di tengah rakyat. Dibutuhkan kerja keras, kepekaan, dan semangat yang kuat agar masyarakat korban banjir bisa bangkit kembali,” tutup Khairul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *